Pages

23 April, 2014

Sejarah Hari Kartini








Artikel ini ditulis bertepatan dengan Hari Kartini yang diperingati setiap tahun pada tanggal 21 April.
Raden Adjeng Kartini adalah salah satu tokoh pahlawan wanita Indonesia yang lahir di Jepara pada tanggal 21 April 1879. Kartini atau yang juga sering dikenal dengan R.A. Kartini merupakan seorang pelopor kebangkitan kaum wanita di Indonesia, khususnya kaum pribumi.

 Biografi Kartini

Kartini lahir dari keluarga kaya raya, merupakan putri dari bangsawan Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat yang  juga menjabat sebagai seorang bupati di Jepara pada masa itu. Ibu Kartini bernama M.A. Ngasirah yang bukan merupakan istri utama dari R.M Adipati Ario Sosroningrat. Ayah Kartini pada awalnya bekerja sebagai seorang wedana di Mayong yang (pada masa itu) masih harus menuruti undang – undang kolonial Belanda berupa adanya peraturan pernikahan antara bupati dengan bangsawan.
R.A. Kartini adalah anak kelima dari sebelas bersaudara kandung dan tiri, juga merupakan anak perempuan tertua. Kakeknya, Pangeran Ario Tjondronegoro IV menjabat sebagai bupati pada usia yang muda, yaitu 25 tahun. Kakak Kartini, Sosrokartono merupakan seorang yang pandai dalam sastra bahasa. Kartini kecil menuntut ilmu di ELS (Europese Lagere School), sebuah sekolah yang didirikan oleh kolonial Belanda pada masa itu. Ditempat inilah R.A Kartini mempelajari bahasa Belanda. Namun Kartini hanya bersekolah hingga usia 12 tahun, karena pada masa itu, seorang perempuan harus tinggal dirumah setelah menginjak usia yang memungkinkan untuk dipingit.
Karena kemampuan Kartini dalam berbahasa Belanda, Kartini melanjutkan pelajarannya dirumah dengan banyak membaca surat kabar De Locomotief yang beredar harian di Semarang pada masa itu. Selain surat kabar, Kartini juga gemar membaca majalah  kebudayaan, ilmu pengetahuan, majalah wanita yang diterbitkan dalam edisi Belanda. Dari kegemarannya membaca, Kartini mulai mencoba untuk menulis. Ide tulisannya seringkali dikirimkan ke media surat kabar untuk dimuat, salah satunya ke harian De Hollandsche Lelie. Kartini pun mulai memiliki sahabat pena. Ia seringkali menulis surat kepada sahabat surat-menyuratnya yang ada di Belanda, seperti Rosa Abendanon yang banyak memberi dukungan dan masukan kepadanya.
Beberapa buku yang memiliki isi yang cukup ‘berat’ yang dibaca oleh Kartini antara lain Max Havelaar, Surat-Surat Cinta karya Multatuli, De Stille Kraacht, Die Waffen, dll. Kartini juga gemar membaca buku – buku sosial, politik, roman, wanita, dan pengetahuan dari penulis – penulis terkenal pada masa itu seperti, Louis Coperus, Van Eeden, Augusta de Witt, Goekoop de-Jong, Van Beek, Berta Von Suttner, dll.
Dari kebiasaan membaca dan tukar pikiran dengan wanita – wanita barat, Kartini mulai tertarik dengan pola pikir wanita eropa pada saat itu. Membandingkan dengan wanita pribumi pada saat itu, strata wanita pribumi masih tergolong sangat rendah dan jauh dibandingkan dengan wanita eropa.
Hal inilah yang mendorong R.A Kartini untuk memajukan status wanita pribumi. Keinginannya tidak semata hanya memajukan strata atau derajat wanita pada masa itu, namun juga yang berhubungan dengan masalah sosial. Perhatiannya adalah memperjuangkan hak wanita agar memiliki kebebasan, otonom juga perlakuan hukum yang sama dalam masyarakat.
R.A Kartini menikah dengan K.R.M Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat, seorang bupati Rembang yang pernah menikah 3x, pada tanggal 12 November 1903 pada usia ke-24. Oleh karena cita – citanya, suaminya memberi kebebasan kepada Kartini untuk melaksanakan fokus dan tujuannya semula.
Setelah itu, Kartini mulai merealisasikan mimpinya untuk memajukan wanita dengan mendirikan sekolah wanita yang terletak di sebelah timur pintu gerbang kantor bupati Rembang (kini menjadi Gedung Pramuka).
R.A. Kartini melahirkan anak pertama dan terakhirnya, RM Soesalit Djojoadhiningrat pada tanggal 13 September 1904. Kartini meninggal beberapa hari kemudian pada tanggal 17 September 1904 pada usia yang sangat muda, yaitu 25 tahun dan dikebumikan di Desa Bulu, Kecamatan Bulu, Rembang.
Perjuangan Kartini tidak berhenti sampai disana, karena Yayasan Sekolah Kartini mulai didirikan dibanyak tempat, seperti di Semarang pada tahun 1912, diikuti di Surabaya, Cirebon, Yogyakarta, Madiun, Malang dan wilayah lainnya yang tersebar di Nusantara. Adapun tokoh yang turut membantu pembangunan sekolah Kartini tersebut adalah seorang tokoh olitik etis Belanda yang bernama Van Deventer.

Hari Kartini & Sejarahnya (21 April)

Hari Kartini pertama kali diresmikan sebagai salah satu hari nasional oleh Presiden pertama RI, Soekarno Hatta berdasarkan Kepres RI no.108, tanggal 2 Mei 1964 serta menetapkan R.A Kartini sebagai salah satu pahlawan wanita di Indonesia. Hari Kartini ditetapkan pada tanggal 21 April sesuai dengan hari kelahiran Kartini.
Kebesaran nama Kartini dan cita-citanya diabadikan menjadi nama jalan yang bukan saja terdapat di Indonesia, tetapi juga di negara Belanda dengan nama R.A Kartinistraat, seperti di Ultretch, Venlo, Amsterdam Zuidoost, Bilmer (ditulis dengan lengkap jl. Raden Ajeng Kartini), Haarlem. Nama Kartini juga dijadikan sebagai nama jalan di Jakarta Pusat.
Beberapa Buku Karangan R.A Kartini
  • Habis Gelap Terbitlah Terang (1922)
Merupakan kumpulan surat R.A Kartini selama berkoresponden dengan sahabat penanya di Belanda. Diterbitkan kembali dalam format baru pada tahun 1938 yang diterjemahkan oleh Armijn Pane. Buku ini berisi 87 surat yang ditulis R.A Kartini yang disusun sedemikian rupa.
Beberapa buku berikut juga merupakan buah pemikiran R.A Kartini yang dikumpulkan dari surat – surat Kartini kepada teman koresponden nya di Belanda maupun ide pikirannya di surat kabar. Sebagian besar merupakan kompilasi yang dibukukan kembali oleh penulis sastra dan pengarang.

22 April, 2014

A College Degree make us Success in Your Future Life

     People in Indonesia has low education make them difficult to get a job. I believe that college degree make us success in our future life. There are three reason of it. Firstly, a college degree is literally use as a job search application. Secondly, a college degree is self-reliance of financial your benefit from financial stability and a secure future. Thirdly, a college degree gives you the opportunity to higher profession with good opportunities and skills. Even though a college degree helps you in the learning process and improving our knowledge, but it can make us to gain more experiences to get better job.
  Firstly, a college degree is literally use as a job search application. A college degree uses to looking for a job, because in the modern era it is very difficult to looking for a job without college degree certificate. The company or institution that open a job vacancy always give high requirement included college degree certificate. It means that not only skill, but we need more knowledge in college. Therefore, it proves that college degree give us more benefit when we looking a job.
   Secondly, a college degree is self-reliance of financial your benefit from financial stability and a secure future. A college degree not only influential in looking for a job but in our income. If we have good position in the institution or company, so we will get good financial. Furthermore, we will decrease number of poverty in this country, but it also makes us to be sufficient. We can save the money, and open our business to decrease poverty in our country. In addition, we also can give charity to disability people, because if we give charity our money not be decline. As a result, a college degree makes us to improve our life and easy to looking for a job. A college degree uses to looking for a job, because in the modern era it is very difficult to looking for a job without college degree certificate. The company or institution that open a job vacancy always give high requirement included college degree certificate. It means that not only skill, but we need more knowledge in college. Therefore, it proves that college degree give us more benefit when we looking a job.
   Secondly, a college degree is self-reliance of financial your benefit from financial stability and a secure future. A college degree not only influential in looking for a job but in our income. If we have good position in the institution or company, so we will get good financial. Furthermore, we will decrease number of poverty in this country, but it also makes us to be sufficient. We can save the money, and open our business to decrease poverty in our country. In addition, we also can give charity to disability people, because if we give charity our money not be decline. As a result, a college degree makes us to improve our life and easy to looking for a job.
  Thirdly, a college degree gives you the opportunity to higher profession with good opportunities and skills. A college degree can use for get a good profession in institution or companies. We get more skills and knowledge from college degree. It very helpful for us to applied in our work life. Hence, college degree always include knowledge, skills, motivated, and spirit to support our ability.
   Finally, a college degree is a proud degree for student regarding their study that give more benefits in our life. It will function to looking for a job with high income, to decrease number of poverty, to make job vacancies, and we can get a good position in the company or institution.

31 Desember, 2013

Sepucuk puisi kerinduan ku pada sang bunda


Ibu...
Aku tak pernah tau seberapa lama umur ku didunia ini...
Aku tak pernah tau kapan  waktu .aku bisa membalas semua curahan kasih sayang bahkan mungkin lebih dari itu..
Kau memberikan tumpahan kasih sayang yang lebih,limpahan materi yang orang lain belum tentu merasakan itu
Ibu
Kau idola terbesarku,
Kau motivasiku untuk selalu tegar menghadapi kenyataan dan realita hidup ini
Kau tak pernah lelah memeberikan nasehat, walaupun kau tau anakmu ini jarang menangapinya bahkan aku sering acuh tak acuh.
Ibu
Kau pelita ku dalam kegelapan
Kau bagaikan lampu penerang di kegelapan gulita ini
Kau selalu mengajarkan aku betapa berharganya mengahargai hidup ini
Ibu 
Kau tegar dalam setiap menghadapi realita kehidupan ini
Semangat itulah yang membuatku kuat untuk terus berjuang mengalahkan kenyatan dan merubah nasib kalau kita ingin menggapai cita-cita yang kita inginkan
Ibu 
Betapa beruntungnya aku telah lahir dari rahimu
Aku tahu, kau begitu berjuang melahirkan aku kedua ini
Aku tahu begitu berjuangnya engkau antara hidup dan mati demi aku sang buah hati
Ibu 
Dengan seungkai kata dan sebait puisi ini
Aku ingin kau tahu betapa bahagia dan beruntungnya aku mendapatkan ibu seperti ‘’SUPERWOMAN’’
Yang telah membesarkan ku dengan penuh kasih sayang.....
Tuhan dalam doaku, ku ingin kau selalu menjaga wanita yang kau hadirkan untukku seorang wanita yang telah berjasa pada hidupku selama ini.
‘’RINDU PELUK CIUM MAMA’’

Ibuku Bidadariku




Bel pulang sekolah pun berbunyi,itu tandanya aku harus pulang kerumah lagi. Rumah? Mendengar kata itu ibarat sebuah neraka bagiku. Bagaimana tidak,dirumah tak ada kehangatan yang kurasakanSeperti waktu dulu sebelum pindah kekota ini yang menyebabkan semua keadaan keluargaku berubah drastis, bahkan orang tuaku sudah tidak perduli lagi dengan ku.Langkah ku kupercepat, hanya aku yang masih tertinggal dilorong sekolah ini dan terhenti kaki ini telah sampai di parkiran.Aku segera menghampiri mobilku yang terpakir dibawah pohon rindang itu.Lamunan buyar dikejutkan dengan tepukan keras dipundaku. Risa sahabatku,cewek baik,yang selalu pengertiant dan dialah tempat curhat ku selama ini.Lo kenapa lagi rin’’tanyanya kepadaku’’. Tau ah gue bete pulang ris, dirumah kagak ada siapa-siapa, apalagi bonyok gue,sibuk dengan obsesi mereka sendiri-sendiri.Paling entar pulangnya malam lagi, dan endingnya gue cuma ditemenin sama bi imah atau mang ojo. Loh, lo gag boleh kayak gitu, dia itu orang tua lo, yang udah ngebesarin lo sampe segede ini’’ujarnya kepadaku’’. Au ah’’kataku’’ udah gih shalat dulu ketimbang lo, ngedumel terus’’kata risa padaku’’.Entar,shalatnya dirumah aje’’ ujarku’.iya udah terserah lo caless’’ sambil berlalu didepanku. Ris lo kagak bareng gue’’tanyaku kepadanya’’. Kagak ah,gue udah di jemput ama bonyok, lu duluan aje,’’ujarnya’’. Gue mengangguk lemah. Gue merasa risa itu orang yang paling beruntung didunia ini .Orang tuanya selalu perhatian sama dia,apalagi mamanya luar biasa perhatianya.Nah kalo gue? Ah udahlah. Gue segera masuk mobil dan tancap gas pulang kerumah. Huh, gerbangnya pake ditutup lagi, mang ojo..Mang. Seorang laki laki paruh bayar keluar, dan berlari .Maaf neng mang ojo ketiduran,’’katanya padaku’’.Aku hanya tersenyum masam sambil menggangguk lemah, setelah itu akupun segera naik dan memakirkan mobilku di bagasi dan berlari kekamar untuk menunaikan kewajibanku, shalat dan berdoa agar kebahagian keluargaku dan kehangatan keluargaku kembali lagi. Desiran angin siang itu, membuat kantuk datang , tak sadar ternyata aku tidur diatas sajadah shalatku. Suara adzan ashar membangunkanku aku segera mandi dan mengambil air wudhu, menyegerakan shalat. Aku pun terisak-isak menangis diatas sajadahku, doa yang sama yang terus aku panjatkan kepada sang ilahi. Berharap dan berharap terus. Suara bi imah menyadarkanku. Non ’’pangilnya padaku’’. Ada apa bi, masuk ajah. Dia membawakanku makanan,non kan dari tadi siang belum makan,bibi takut non sakit’’ujarnya padaku’’begitu perhatiannya dia. masih kenyang kok bi, ntar aja, kalau lapar pasti ambil sendiri’’kataku padanya’’. Ya udah bibi manut, jangan lupa ya non’’ begitu perhatiannya dia.Seperti biasa,setiap sore aku bersantai ditempat favoritku, atas balkon rumah sambil menanti sang mentari kembali keperaduannya, sambil menulis kejadian dan harapan dia didiary kesayanganku. Setelah puas aku pun kembali kekamar dan hal tersebut bertepatan dengan adzan yang dikumandangkan oleh masjid diujung komplek. Aku pun segera bergegas mengambil air wudhu dan menyegerakan shalat.Setelah shalat aku pun turun kelantai bawah menanyakan kepada sang bibi, apakah mama telah pulang.Bi imah,Bi ‘’teriakku padanya’’.Ada apa non.’’ujarnya’’. Mama udah pulang?. Udah non barusan saja sama tuan. Oh, ya makasih bi. Aku pun langsung menuju kamar mama, dan mengetok pintunya. Ma,ma, Rin mau ngomong. Iya bentar’’sahut mama’’. Ada apa neng, uang jajan kamu abis?? Atau mau minta ganti hp?Bukan ,bukan ma, tadi mama dapat undangan orangtua untuk menghadiri pentas seni akhir tahun, dan rin didaulad untuk mengisi acara tersebut. Mama datang ya?’’ujarku padanya’’. Aduh rin cuma acara begituan, mama sibuk dengan kerjaan,apalagi butik mama kemarin diundang untuk nampilin desain baju terbaik mama. Udah ah, mama malas dateng, papa kamu suruh datang sana’’jawaban mama dengan ketus sambil berlalu’’. Papa gak bisa ri, hari itu papa harus keluar kota untuk meeting dengan klien. Aku hanya tertunduk lemas, pikiranku kacau balau. Aku pun segera berlari ke tempat biasa’’Balkon’’dan  disitu aku berteriak sekencang-kencangnya diatas guyuran lebat hujan malam ini. Tak tahu harus bagaimana lagi menggembalikan kehanggatan dan kepedulian mereka terhadapku dan saat itu aku pun berlari keluar dari rumah, untuk pergi kerumah sahabatku risa, karena aku udah gak tahan tinggal dirumah ini. Saat aku menyebrang dari arah berlwanan , tampak sebuah mobil melaju kencang dan aku tak dapat menghindarinya, dan tabrakan lari itu terjadi. Tubuhku melayang ,dan seketika itu aku tak sadarkan diri. Aku pun segera dilarikan kerumah sakit, aku sadar aku berada di ruang UGD, tampak dokter sibuk membersihkan lukaku, dan ternyata, secara sama-samar aku mendengar suara dokter bilang kepada orang tuaku bahwa,aku perlu transfusi tulang belakang. Dan itu membuat histeris teriakan mamaku. Dia berkata bahwa dia siap mendonorkan tulang belakangnya bagiku dan ia segera menandatangani surat perjanjian.Operasi itu pun dilaksanakan malam ini, mengingat kondisi ku yang sudah lemah. Setelah 2 hari aku pun akhirnya, sadarkan diri, disampingku ada papa yang sedang teridur pulas. Pa,’’rintihku pelan.’’papa pun terbangun. Kamu udah sadar rin, papa meneteskan airmata,terima kasih ya Allah.Oh ya pa mama mana’’tanyakupelan’’.Dengan terbata-bata papa berbicara dan menceritakan semua kejadian kepadaku hingga membuat mama sekarang berada di ruang iccu.Dan aku pun syok mendengarkan cerita tersebut. Pa,anterin Rin kesana pa, Rin pengen ketemu mama.,‘’sambil menangis tersedu-sedu’’. Rin istrahat dulu, rin kan baru sadar.’’ujarnya’’. Enggak mau rin harus ketemu mama. Ya udah papa anterin, tapi ambil kursi roda dulu ya. Aku menggangguk lemah. Aku pun didorong menuju lorong iccu sepanjang jalan tak henti-hentinya aku menangis, ternyata persepsi dan pandanganku terhadap mama salah. Dia ternyata selalu memperhatikanku, walaupun ia hanya titip pesan kepada bibi untuk selalu memberi kabar tentang keadaanku. Hal itu aku ketahui setelah bi imah dan papa becerita kepadaku. Aku pun sampai pada ruangan mamaku dan hanya diperbolehkan melihat dari luar jendela, karena kondisi mama yang belum boleh dijenguk oleh siapapun. Aku hanya melihat dari jendela, tubuh mamaku yang di pasang banyak selang, yang membuat aku semakin syok melihat keadaannya. Dalam tangisan aku berdoa agar mama segera diberi kesembuhan. Selang beberapa hari kemudian mamaku dikabarkan sadar dan membaik serta boleh pulang,betapa senangnya aku mendengarkannya bidadariku yang selama ini aku benci, telah boleh pulang kerumah.. Dan pagi ini aku bersemangat menjemput bidadari penyelamatku.Aku memang beruntung punya mama seperti mamaku dan aku takkan pernah membandingkan mamaku dengan siapapun. Karena mamaku segalanya bagiku. Terimakasih ya Rab,kau telah mendengar semua doaku selama ini. Aku mempercepat mobilku agar sampai dirumah sakit dan ternyata papa dan mamaku telah menunggu didepan pintu.Aku segera memeluk mama, dan meminta maaf atas semua kesalahanku selama ini’. Mama ku tersenyum dan ia juga meminta maaf karena  selama ini dia tak punya waktu  untuk bersma anaknya seperti mama yang lain. Lengkaplah kebahagianku hari ini Thanks For God. Happy Ending.